You’re the Answer to A Girl Like Me

: Kang Gary

Aku mengenalmu dari leluconmu. Aku bersamamu saat kudengar lagu-lagumu. Aku menyukaimu karena kata-katamu.

kang gary's qoute

(gambar diambil dari sini)

Is this what they call love? 

When you have it, it’s a burden. Without it, you’re lonely.

Mendengar kalimat ini, aku seperti baru mengenal cinta. Kau mengajakku merasakan duka dan gembira. Menyerapnya dalam-dalam, membaurnya diam-diam; tersenyum dan terharu bersamaan. Kemudian kau berbisik: “cinta itu bukti bahwa kita nyata”.

Every single particle inside my body is loving you. 

Tiba-tiba aku kembali ke masa aku merasa menjadi Cinderella dan bertemu pangeran pujaannya. Yang memujaku, melebihi apa-apa. Apa lagi yang perlu kuminta? Duniaku sudah sempurna.

The Seine river glitters like your eyes.

The Eiffel Tower is very high, just like how I cannot reach your heart. 

Aku melayang menuju Paris. Bersamamu menyusuri kota nan romantis. Impian dan kenyataan menjadi bias. Bahagia yang berawal dari maya menjelma nyata.

Although you may be hurt and bleeding now, a better day will come. 

Hard work will never betray you.

Seakan  kurang sempurna, kau membuktikan diri sekali lagi bahwa kata-katamu   mampu menggerakkan semangatku. Membuatku bangkit. Membantuku mengubur keputusasaanku. Mendengar kau mengucapkan kata itu membuatku yakin pada kebahagiaan di depanku.

 

Pondok Aren, 05042013


Di Duniamu yang Selalu Malam, Dia Matahari yang Hilang.

Sesuatu yang kamu lihat bercahaya belum tentu bersinar. Mungkin saja dia bersinar cuma karena pantulan. Pantulan benda yang sejatinya bersinar, tapi tersembunyi di belakang.

Bersinar terang, tapi tersembunyi di belakang.

Tersenyum, menatapmu dari kejauhan.


Surat kepada Hati

Dear hati,

Sudah seberapa jauh kamu tersesat dari dirimu sendiri? Mungkin sekejap kamu merasa aman dengan berlari, tapi sampai kapan? Bahkan kini kamu telah tersesat dan asing dengan dirimu sendiri.

Melarikan diri dengan melakukan kesibukan-kesibukan tanpa henti ternyata tidak bisa mengobati. Kamu sadar kan, sekarang?

Tidak ada waktu lagi.

Sekarang saatnya kamu kembali. Tubuh yang kau tinggalkan hanya tinggal onggokan. Berjalan ke sana ke mari tanpa kesenangan. Ah, bahkan tanpa perasaan.

Kau sendiri, melayang tak pasti. Cuma bisa bertemu harapan dan kebahagiaan yang sekadar imaji.

Jadi sampai kapan kamu mau berlari?


Hati yang Lapang

Hati adalah tempat yang lapang.

Cocok untuk berdiam sendirian, dalam tenang.

 

Dalam rangkaian kesendirian ini,

akhirnya aku merasa kesepian.

 

Kamu,

mau jadi teman?

 


Selamat Ulang Tahun, Umi.

Kepada yang tersayang, Umi,

Selamat ulang tahun. Kurasa bukan kebetulan hari lahirmu tepat pada hari pahlawan, karena bagiku, bagi kami keluargamu, engkau adalah pahlawan. Pahlawan yang mengajarkan segala kebaikan, mengasihi kami dengan kesabaran, dan mendoakan kami dengan penuh kesungguhan.

Selamat ulang tahu, Umi. Semoga kau selalu dilimpahkan bahagia dan dikelilingi kasih sayangNya. Semoga kau selalu sabar dan tak lelah menghadapi kami, terutama aku, yang sering membuatmu bersedih. Aku memang bukan anak yang paling berbakti; aku bukan anak paling hebat di dunia ini; dan aku yakin aku adalah salah satu penyebab kesedihanmu yang paling sering; tapi aku menyayangimu. Sungguh.

Selamat ulang tahun, Umi. Ah, semakin panjang surat ini, malah semakin egois aku atas diriku sendiri. Maka lebih baik aku sudahi saja sampai sini. Sekali lagi, selamat ulang tahun, Umi. Aku mendoakan segala yang terbaik untukmu. Selalu.

Salam sayang,

Dewi, anakmu yang kesatu.

PS: Oh iya, Umi mau kado apa? Untuk tahun ini, jangan bilang pengin cucu, ya. Aku cari menantumu dulu. XD


Tulisan tentang Tuhan

Aku mencari Tuhan di jalan-jalan.
Tak kutemukan.

Aku bertanya tentang Tuhan pada orang-orang.
Mereka menjawab dengan jawaban tak memuaskan.

Aku hilang.
Aku menjalani kehidupan tanpa hidup.

Aku butuh beriman.
Aku perlu pegangan.

Tapi kau di mana, Tuhan?


Aku Merasa Diperdaya Waktu

Biar kuberi tahu
yang kualami saat aku denganmu

Buah-buah ketidaktahuan
menggugurkan diri dari pikiranku.
Hangat persahabatan
Mengaliri tubuhku.

Kini biar kuberi tahu
yang kurasakan saat kutahu kau tak lagi akan bersamaku.

Aku merasa diperdaya waktu.
Bila aku tahu perpisahan ini sejak dulu.
Aku akan memelukmu
lebih lama
lebih sering.
Sejak awal kita bertemu.

*for my beloved friend: Hanoum.
Aku yakin dikau akan jadi lebih baik di sana. Semangat! :’)*


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 925 pengikut lainnya.