Mendamba Tuhan

Kehidupan serupa jalan raya
Beberapa berjalan maju
Adapula yang diam
-entah karena lelah
atau sengaja tidak maju
dan memilih berlama-lama menatap masa lalu

Hidup adalah mendamba Tuhan
Allah adalah kepastian,
pemberi jalan
Mereka yang bergerak maju,
melangkahkan kaki menuju-Nya
Mereka yang diam,
menjalani hidup dengan mata tidak menatap ke depan
Keraguan lebih mereka percaya
Daripada kepastian jalan Tuhan

Meski demikian
Manusia pasti merindu pelukan-Nya
yang nyamannya melebihi rengkuhan ibu ketika kecil dulu

Sejauh apapun tersesat,
Hati-hati manusia adalah bagian dari semesta
Selalu ingin bersama kebenaran
Dalam keimanan

Depok, Oktober 2015
Dibuat dalam rangka lomba bulan bahasa guru-guru.
Tema yang disuruh: Ketuhanan.

Tapi kalah.
😅

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: