Abu yang Dulu Api Hangat di Dadaku

Hati yang jatuh cinta, konon lebih indah dari apapun juga. Kecuali aku. Hatiku yang jatuh kepadamu malah hancur. Kau pun pergi. Tak sudi melirik hati yang hampir mati.

Bertahun-tahun yang lalu kita adalah puisi. Sepanjang hari, kata-kata membisikkan cerita. Setiap malam, sunyi merayakan keheningan cinta. Aku tidur di dadamu, kau hangat dipelukanku.

Kini, kau Abu. Tinggal sisa-sisamu di hatiku. Terserak. Beterbangan. Menempel-nempel di mataku.

Depok, 9 Juni 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: