Menumpuk Rindu

Pagiku adalah nyanyian burung-burung.
Mereka bukan bersenandung tentang engkau.
Komputer di kubikel kantorku sibuk mengetik nama-nama orang.
Bukan mengetik namamu.

Perjalanan kali ini menjauhkanku dari pulang.
Menolak panggilanmu yang berulang-ulang.
Menutup palang di ujung jalan.
Meninggalkan hangat dadamu yang nyaman.

Ketika senja datang yang kesekian,
aku di tengah jalan.
Orang-orang lalu lalang.
Mereka sempat mengenalmu,
tapi ingatan tentang kau dikuburkan dalam-dalam.

Tak ada tanda-tanda tentang kau di kota ini.
Tapi aku masih mengingatmu.

Menjauhkan diri dari kamu itu ternyata sia-sia.
Cuma menumpuk rindu.
Aku jadi semakin ingin memelukmu.

image


Jakarta, Maret 2016
Iseng habis buka timehop

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: