Seharusnya

Seharusnya sekarang adalah saat yang tepat untuk jatuh cinta. Kami duduk di cafe yang ditata dengan romantis. Saya menyesap soft drink sambil menulis tulisan ini. Dia di kursi seberang, mengabiskan es krimnya pelan-pelan. Dia tersenyum, saya membalasnya.

Seharusnya ini adalah saat yang tepat untuk jatuh cinta. Lagu-lagu 90-an di tempat ini sama-sama membuat kami sesekali ikut menyanyikannya.

Meski begitu, hati-hati kami tidak ikut larut dalam keromantisannya.

Seharusnya sekarang adalah saat yang tepat untuk jatuh cinta. Mungkin seharusnya sekarang kami memulai percakapan dengan membahas buku-buku yang sedang kami baca, seperti Jesse dan Celine.

Tapi cerita kami berbeda. Panah cupid tidak menancap  di dadaku. Mungkin di dadanya juga tidak.

Cinta cuma simbol cerita. Sekadar dongeng para pencerita, supaya manusia mengenal bahagia.

Iklan

2 responses to “Seharusnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: