Dunia yang Sempurna

Aku melihatmu sebagai lelaki sempurna. Dia sebaliknya, menganggapmu teman biasa. Aku merindukanmu sepanjang jarak di anatara kita. Dia tak pernah menganggapmu istimewa. Aku memujamu dengan sepenuh cinta. Dia … ah, kamu tak berarti apa-apa baginya.

Tapi di dunia yang sempurna ini, aku setengah mati mencintai kamu, yang memberikan sepenuh hatimu untuk dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: