Perempuan yang Hidup dalam Imajinasinya

Sebutlah dia, Perempuan yang Hidup dalam Imajinasinya.

Pada pagi hari dia bekerja, menjalani rutinitasnya tanpa benar-benar merasa. Bukan terpaksa, dia hanya lupa bagaimana cara tertawa dan bercanda dengan rekan-rekannya.

Waktu makan siang seringkali dilewatkannya begitu saja. Diet? Bukan. Dia hanya tak nyaman berada dalam makan dengan begitu banyak rekan kantornya. Tidak lapar, tanya rekan sebelah kubikelnya? Tidak, begitu jawabnya.

Kemudian dia akan pulang. Melewati jalan yang sama setiap hari. Melewati suasana yang dia hapal, melewati jalan-jalan yang sudah sangat dia kenal.  Begitulah, sepanjang jalan dia mengamati sekitar; bermonolog tentang apa yang kira-kira terjadi di dalam rumah mewah yang dia kagumi setiap hari, atau tentang bagaimana penjualan di toko kue itu (dia ingin mencobanya tapi seseorang dalam kepalanya selalu mencegahnya masuk ke sana)

Ketika akhirnya dia di rumah, segalanya tampak bercahaya di matanya.

Televisinya, adalah tempatnya berwisata. Dia paling suka acara jalan-jalan. membuatnya semakin mengenal semesta.

Dapurnya adalah laboratoriumnya. Tempatnya berkreasi, dan berpesta dengan dirinya sendiri.

Komputer pribadinya, adalah teman bercerita terbaiknya. Setelah berjam-jam di luar, hanya berkata seperlunya, dia bercerita tentang hari-harinya lewat tulisan. Dia juga menulis tentang dia dalam dunia yang berbeda, dunia yang ramah, dunia tempat dia dikelilingi orang-orang yang dicintai dan mencintainya.

Begitulah setiap hari.

Dia terlalu asyik dengan imajinasinya.

Hingga dia tak melihat seseorang, yang selalu memperhatikannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: