Surat kepada Hati

Dear hati,

Sudah seberapa jauh kamu tersesat dari dirimu sendiri? Mungkin sekejap kamu merasa aman dengan berlari, tapi sampai kapan? Bahkan kini kamu telah tersesat dan asing dengan dirimu sendiri.

Melarikan diri dengan melakukan kesibukan-kesibukan tanpa henti ternyata tidak bisa mengobati. Kamu sadar kan, sekarang?

Tidak ada waktu lagi.

Sekarang saatnya kamu kembali. Tubuh yang kau tinggalkan hanya tinggal onggokan. Berjalan ke sana ke mari tanpa kesenangan. Ah, bahkan tanpa perasaan.

Kau sendiri, melayang tak pasti. Cuma bisa bertemu harapan dan kebahagiaan yang sekadar imaji.

Jadi sampai kapan kamu mau berlari?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: