*puisi bersama @supernopha*

Menunggumu adalah tanah yang tabah menadah deras hujan.

Setia mendaraskan puisi dengan senyuman.

Meneteskan basah di samarsamar tangisan.

Sebab hanya dengan puisi aku dapat menemuimu dalam ketiadaan.

 

Merindukanmu adalah horizon yang menanti petang.

Mendamba matahari yang hanya sekelebat singgah di tepitepinya.

Tiadalah rindu berbalut haru selain bulan merindu memeluk bumi.

Yang hanya mampu bersitatap tanpa saling bersidekap.

 

Kamu pelukan yang aku ukir di pinggir hati.

Hangatnya abadi, meski hanya di mimpi.

Dan aku tahu, suatu saat kau akan mengunjungiku.

Memberikan sebuah hangat pelukan.

Meski cuma dalam ingatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: