di tepi paling biru

telah lewat masa.

telah habis suara.

hati pun buta.

segala arah, salah.

kau setia menempuh utara.

menemani sunyimu sendiri

aku berbalik ke selatan.

mencari sepiku sendiri.

ini cerita baru.

kau cemburu pada abu.

aku menanti yang berlalu.

kini rindu kita hanya bertemu di tepian paling biru.

Iklan

2 responses to “di tepi paling biru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: