adalah… *#nomensen rame-rame*

@hazziran:
adalah biru, yang kau tebarkan, hingga rindu-pun berubah pilu, tanpa pelampiasan.
adalah rindu Nona™, kau selip diantara bebatuan rengkah terderai hujan, kurasa anyelir bertahta sebentar lagi disana, dengan getir.
adalah renjana, kau cipta marka diantara kita. bagaimana bisa berbagi lara, jika usap airmatamu pun tak kuasa.
adalah kau, bagaimana bisa aku ingkar, kalau kau adalah pusat duniaku berputar.
adalah rasa, perlahan mati , seperti nyala lilin dalam sunyi.

@almascatie:
adalah lautan biru yang kokoh di pintu selatan. ketika aku mendekapmu, bersama rindu yg tak sempat ku hitung dalam pelarian.
adalah detak sepatumu yang menjelma kuntum bunga tanpa aroma apalagi rasa.. lalu menguburnya dilautan airmata.
adalah aku lelaki yang menulis kata tanpa sempat mampir apalagi mikir usai bernyanyi meminang mimpi pada suatu malam.
adalah aku yg terus mengenangmu diam2 pada sisa hidup yg makin sengsara, sedang waktu terus melengkungkan gagang rencong.
Adalah takdir.. Ai Nona, Ini rindu.. ini cinta, menarilah dipelukanku… biar tenggelam matahari diatas laut.
Adalah kamu yg menggetarkan perahu dengan tarian lenso putih, adalah kamu cinta abadi bernama edelweis dihati.
Adalah hari-hariku cinta yang kau sematkan di ujung jemari, seperti ombak, tak henti kau belai bibir pantai dengan rindumu.

@supernopha:
Adalah biru yang setia memeluk lebam hatiku. Kala peluk tak lagi dapat menuntaskan segala rindu.
Adalah pohon waru yang tumbang di tengah kesenyapan hutan. Seperti itulah kurasa kesedihan.
Adalah aku yang memujaMU dengan seluruh hingga tak henti dada ini bergemuruh tiap menyebut namaMU dalam tiap baris doa.
Adalah aku yang hanya mampu mengagumi diamdiam.
Adalah aku yang akan mendekapmu, Kasih ketika hujan tak dapat lagi menuntaskan rindu.
Adalah jingga. Warna yang kucuri dari bianglala saat cinta kau sematkan di dada.

@ekasept:
adalah samar, jejak yang kau tebarkan. meniadakan kenangan, hingga sepiku sendirian.
adalah dia, dengan segala sempurnanya, yang kau puja. mengabaikan rindu yang terus kusematkan di tiap kata cintamu untuknya.
adalah tangis. satu-satunya hal yang nyata tentang kita.
adalah kenangan. tempatku bermain-main, bercanda dengan kamu yang tinggal bayang.
adalah nada, yang kucipta dari cinta. bila kau enggan datang, bagaimana liriknya bisa kuselesaikan?
adalah patah, hati yang kau tinggalkan. tidakkah kau berniat memberiku penawar?
adalah kaca jendela kamarku, yang bergeletar. menanti angin datang menyampaikan rindumu, meredakan hatiku yang gemetar.

Iklan

4 responses to “adalah… *#nomensen rame-rame*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: