#18: Kelak Kita adalah Orangtua

untaian doa masih kugantungkan
di mega-mega yang selalu berkejaran
di rerumput yang tak henti tumbuh pun
kutulis perca-perca asa.

bagi kita nanti
siang adalah perjuangan
saat rindu-rindu tersimpan
sedang malam hiburan
saat kita berpeluk, merayakan kedinginan

kelak kita adalah orangtua
tertawa pada gembiranya anak-anak kita
menatap haru anak-anak kita menua

22122010
*tema dari @supernopha: harapan*

Iklan

3 responses to “#18: Kelak Kita adalah Orangtua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: