#8: Kata-kata Kini Tiada

Kertas lusuh, pucat.
Rindu kata-kata menjamah tiap senti tubuhnya.

Cerita-cerita yang membuainya tak lagi ada.
Puisi kini juga enggan singgah.
“Lalu untuk apa aku ada?” keluhnya.
Terisak di sudut meja.

Di sudut lain kamar, sang pengarang mengerang.
Bersimbah tenat, pun pucat.
Kata-kata dalam hati dan dan pikirannya lesap.
Dibawa kekasihnya, yg membawa serta cinta.

08122010

Iklan

4 responses to “#8: Kata-kata Kini Tiada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: