#6: Batu yang Rindu Padamu

Batu besar di tepi sungai itu menunggumu.
Pagi tadi dia berbisik padaku,
“Mana lelaki bermata elang itu?”

Kuelus-elus dia.
Permukaannya kasar, tapi hangat.
Tersenyum padaku, dengan mata berkaca-kaca.
Memancarkan rindu.

“Mana lelaki itu?”
“Aku rindu dia menumpahkan tawa di sungai ini dan menyelipkan hangat di alirannya.”
Katanya, sambil mengusap air mata.

07122010
*postingan yang telat sehari :(*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: