hari #1: dijerat pagi

sisa-sisa pagi masih terasa mencabik diri
rasa mimpi yang merantai
sejuk embun yang membuai

siang pun tadi hilang
aku melayang dalam ketiadaan
terinjak-injak di kerumunan orang,
yang memuja matahari dan bumi yg mengitari

senja lalu meronta
cemburu buta pada kecup pagi yang mesra
aku mengintip,
di sudut kamar dengan cahaya yang samar

malam ini
aku hanya berteman kopi tadi pagi
yang semakin memekatkan diri

Iklan

One response to “hari #1: dijerat pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: