membunuh sepi

pada jeram yang riaknya kosong, aku tenggelam sendirian.
di pinggir hutan hujan aku sendiri menyusuri tepian jalanan.
di puncak pegunungan aku terpaku sendiri menatap bintang-bintang.
di sudut kamar aku terkunci, jauh dari orang-orang.
kesepian.

ah, aku bosan kesepian.

aku pun membunuh sepi.
menyisakan keramaian pasar.
menggoreskan sesak bak riuh perkotaan.
membuat bising selayak jalanan siang-siang.

tapi kehampaan justru semakin menikam.
segala antonim sepi ini malah menusukku dengan parah.

Iklan

4 responses to “membunuh sepi

  • haziran

    ah, sepi. andai kau ngerti sunyiku. itu saja.

    Suka

  • tanpa nama

    kalau sepi udah dibunuh, apa masih bisa menyisakan keramaian pasar?
    dibunuh berarti mati! bnar ga? hehehe

    tapi kehampaan justru semakin menikam
    segala antonim sepi ini malah menusukku dengan parah

    —->> yg bait ini maksudny apa y? 🙂
    hampa semakin menikam brarti udah jenuh banget.
    segala antonim sepi? brarti ramai? jadi ramai yg menusukkmu dgn parah? gitu y maksudny? hehe

    Suka

  • Ceritaeka

    Sepi kini menjadi kawan karibku juga 😐 #sigh
    Mari kita kopdar sepi..
    yukz

    Suka

  • dewi ketujuh

    @hazziran sepiku untuk tiada, sunyimu untuk apa?

    @tanpanama benar. wah, pertanyaannya sudah dijawab sendiri itu mah 🙂

    @ceritaeka yuk, kita buktikan sepi tambah sepi akan jadi apa. 😉

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: