Melipat Jera

Bosan. Rasanya aku tidak sanggup lagi mengidupi hidup. Aku seperti ingin terbaring, membiarkan diri terbungkus kekosongan. Aku semacam rumah rapuh yg berdebu, kelamaan ditinggal penghuninya.

Sebabnya? Karena aku jera. Aku lelah selalu kalah. Aku capek melulu tak bertemu hasil. Aku jengah pada harapan yg selalu menjauh.

Kuhentikan segala usaha. Kututup segala doa. Aku jera. Gelap semua.

Tapi seketika kulihat secercah cahaya, yang pendarannya semakin benderang. Cahaya dari kata2 semangat dan dekapanmu, yang mengajarkanku untuk melipat jera. Dan menyembunyikannya dalam-dalam di laci meja.

Terima kasih. Aku takkan lelah berusaha. Karena engkau ada, karena Tuhan maha kuasa.

Iklan

2 responses to “Melipat Jera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: