pangeran kecil itu telah menjelma malaikat

Aku baru bertemu teman. Dia terisak sepanjang jalan. Setelah kutanya ada apa, sambil terbata dia cerita bahwa minggu lalu pangeran kecilnya baru saja berpulang. Tiba-tiba dadaku sesak tak karuan.

Rasanya tak perlu kuceritakan betapa berharganya pangeran bagi temanku. Aku yang baru beberapa kali bertemu pangeran saja tak kuasa menahan sedih karena kehilangan, apalagi temanku, yang setahun belakangan selalu bersama pangeran.

Temanku bilang, kehilangan pangeran kecilnya membuatnya seperti terdampar di padang gersang sendirian. Telanjang. Aku diam. Aku menangis. Lalu aku bilang, jangan merasa sendirian di sana. Kami semua sayang pangeran kecilmu, kami pun merasa terdampar, tertampar kesedihan.

Temanku tersenyum kecil. Dia berkata, “ya, bahkan tadi pagi di rumah aku seperti mendengar isakan kaleng susu tersedu memanggil nama pangeran.” Aku takjub dan hanya bisa memeluk temanku erat-erat, berharap sedihnya tak lagi meledak. Lalu kami terdiam lama.

“Kamu tahu apa yang membuatku lebih lega?” tanya temanku, matanya menerawang seakan bicara pada awan. “Aku bahagia, menyadari begitu banyak yang sayang pangeranku. Bahkan Tuhan,” lanjutnya. Ia tersenyum. Aku terisak.

Aku hanya mendengar, tidak melihat, tidak menyaksikan. Bukan aku yang kehilangan, tapi aku turut merasakan. Sedih rasanya membayangkan tawa dan tangis lucu pangeran tidak lagi dapat kusaksikan. Tapi kami, aku, temanku, dan semua orang yang menyayangi pangeran, tahu bahwa sang pangeran telah menjelma malaikat. Pangeran menyaksikan alur kehidupan kami dari surga, rumah barunya. Pangeran tentu tidak ingin kami semua kelamaan berkubang di rawa kesedihan.

Selamat jalan pangeran… Setahun hidupmu akan terukir di ingatan, selalu terngiang sepanjang kehidupan. Buat temanku, semoga selalu teriring sabar.

Tulisan ini juga dimasukkan ke lomba Agustus di ceritaeka 🙂

Iklan

3 responses to “pangeran kecil itu telah menjelma malaikat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: