di perjalanan

Aku di perjalanan, telingaku masih di rumah.
Mendengar jerit tangis anak-anakku
Si sulung meminta buku sekolah
Katanya sudah tak ada celah kosong untuk dia menulis.
Si tengah diam, hanya menunjukkan seragam sekolah satu-satunya yang penuh lubang
Si bungsu, yang belum bisa bicara hanya menangis.
Aku tahu ia lapar

Aku di perjalanan, mataku masih di rumah.
Melihat tubuh keluargaku berdesakan
Saling mencoba tidur untuk melupakan lapar
Istriku hanya memasak sedikit nasi dan dedaunan yang ia temukan di kebun orang.
Uang yang kuberikan hari kemarin untuk bayar keamanan rumah, katanya.

Aku diperjalanan tapi hatiku masih di rumah.
Merasakan hangatnya senyuman keluargaku
Mengingat saat makan malam, yang merupakan saat kami memandang bulan

Aku di perjalanan, walau masih ingin di rumah
Walapun tempat itu tak layak disebut rumah
Hanya kotak kecil tempat kami berhimpit-himpitan

Aku di perjalanan
Meninggalkan keluargaku dengan kepedihan
Ah, sudahlah.
Toh katanya anak-anak yatim lebih mendapat perhatian.

*di sudut kota besar, di perempatan lampu merah, orang2 berkerumun. melihat seorang pedagang asongan menjadi korban tabrak lari. meninggal*

Iklan

One response to “di perjalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: