sudut hati terbelati
mengalirkan cinta
mengosongkan kasih
menyisakan kepulan api.
diri mati pergi.
22122010
*tema dari @hazziran: kematian*
sudut hati terbelati
mengalirkan cinta
mengosongkan kasih
menyisakan kepulan api.
diri mati pergi.
22122010
*tema dari @hazziran: kematian*
6 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Kematian | posted in 30 Hari Menulis Puisi
untaian doa masih kugantungkan
di mega-mega yang selalu berkejaran
di rerumput yang tak henti tumbuh pun
kutulis perca-perca asa.
bagi kita nanti
siang adalah perjuangan
saat rindu-rindu tersimpan
sedang malam hiburan
saat kita berpeluk, merayakan kedinginan
kelak kita adalah orangtua
tertawa pada gembiranya anak-anak kita
menatap haru anak-anak kita menua
22122010
*tema dari @supernopha: harapan*
3 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Harapan | posted in 30 Hari Menulis Puisi
di ujung pekat aku tersadar.
aku hanya berteman angan.
aku dan kamu yang menggenggam,
adalah contoh bersama yang muram.
bahagia kita hanya pura-pura.
senyum kita sesungguhnya hampa.
maka, aku pergi untuk menemukan cinta.
yang tak juga kutemukan pada kita.
20122010
*tema dari @silencehart: jujur*
3 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Jujur | posted in 30 Hari Menulis Puisi
ini cinta
yang berlebihan rasa
sampai saat kau beranjak
aku masih tergila-gila
pada siluetmu yang kuikat di tangan kananku
18122010
*tema dari @ceritaeka: siluet*
7 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Siluet | posted in 30 Hari Menulis Puisi
hari sehitam cekam.
karam dengan hati terbungkam.
tinggal irisan perih membusuk di cangkir putih.
sisa kopimu.
yang meningggalkan hari terlalu pagi.
mengejar dia.
yang kau bilang cinta sejati.
18122010
*tema: hitam, kopi, dan dia; dari @almascatie*
8 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Dia, Hitam, Kopi | posted in 30 Hari Menulis Puisi
akhir tahun.
awal cerita.
esok, buku itu akan mulai terbuka.
judulnya: KITA
14122010
*tema dari @MyIsti: Desember*
4 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Desember | posted in 30 Hari Menulis Puisi
I.
pintu yang lapuk.
lelah menanti diketuk.
menatap jalan, dengan sejuta angan.
II.
jendela kaca.
pecah, tinggal belah.
dikhianati batu dan bayu.
III.
pigura tua.
berdebu, berdekap dengan abu.
wajah-wajah di dalamnya habis tersapu rindu.
IV.
ranjang telanjang.
ditinggal kemesraan dan kehangatan.
mendingin, merindukan hari kemarin.
V.
rumah yang kesepian.
terharu.
memeluk pintu, jendela, pigura, dan ranjang; padu.
bersajak kelak ia akan kembali dipijak.
14122010
*postingan telat sehari. tema: rumah, dari saya sendiri*
2 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Rumah | posted in 30 Hari Menulis Puisi
sejumlah puisi.
terbakar api-api sepi.
melalap sunyi.
mengabu sampai paling tepi.
mempersembahkan diri.
untuk penyair yang mati.
12122010
*tema dari @hazziran: persembahan*
7 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Persembahan | posted in 30 Hari Menulis Puisi, puisi
aku,
dulu berkelana bebas di ladang kata.
bercerita tentang segala unsur dunia.
terpesona pada hujan.
mencintai hutan.
terbuai padang.
bersenang-senang dalam ilalang.
kau,
merajah mantra merupa puisi di dadaku.
aku tak puas-puas bersajak cinta.
tentang aku, kau, dan kita.
hutan, hujan, padang, ilalang,
dan segala unsur dunia kurasa sebagai kita.
11122010
7 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, Mantra | posted in 30 Hari Menulis Puisi, puisi
Semisal bulan lelah menjaga malam.
Aku tetap memujamu.
Bila matahari enggan menerang.
Aku tetap sayang padamu.
Bahkan saat cintamu pudar.
Aku akan tetap pada cintaku.
Mencintaimu.
Adalah mutlak.
Bukan kemungkinan yang kubuat-buat.
10122010
4 komentar | tags: 30 hari menulis puisi, mungkin | posted in 30 Hari Menulis Puisi, puisi
| Virus Hitam on cinta tersesat, tak bisa … | |
| aku kau dan kita on Selangkah Lebih Tahu, Selangka… | |
| bmaster23 on Selangkah Lebih Tahu, Selangka… | |
| Leli on Selangkah Lebih Tahu, Selangka… | |
| ♥⍺ndi Ti⍺r⍺♥ (@Tiara… on Selangkah Lebih Tahu, Selangka… |