sajak tentang jarak

Tak bosan aku bersajak tentang jarak. Tentang pijak langkah kita yang semakin jauh menapak. Seberapa lama kita tahan pada jalan yang pelan-pelan memanjang? Seberapa kuat kita kukuh dari godaan orang-orang di kanan kiri jalan? Entah.

Dengan kau jauh di sana, aku mengenal rindu. Rindu yang mengenalkanku lebih dalam pada cinta. Cinta yang lebih berarti, sejati menyatukan aku dan kau menjadi kita.

Aku juga, kadang kalah pada dingin. Yang menepuk punggung tanganku yang telanjang, tanpa jemarimu untuk kutautkan. Tapi kenangan menjagaku agar tetap berpengharapan, bahwa masa depan kita adalah jalan dan genggam yang beriringan.

Bila kau menggigil dalam hujan, aku memelukmu dari kejauhan. Kuharap kau tak lupa menghanyutkan perahu kertas berisi peluk balasan.

Bila kau kepanasan, aku menghiburmu melalui embus angin yang menyejukkan. Lambaikan aku kecup balasan dengan alunan jalin kenangan. Karena angin adalah sahabat angan-angan, setia melanjutkan impian ke mana pun kau inginkan.

30112010


4 Tanggapan to “sajak tentang jarak”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 674 pengikut lainnya.